Kamis, 28 Januari 2010

Wudhu Mencegah Terjadinya Berbagai Penyakit Kulit

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu'nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya". HR. Muslim.
Rasulullah bersabda, "Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu'nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).
Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu' secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur- bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba. Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu' maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya ... dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak ... dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit. Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah!!

Oleh karena itu, disyari'atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi. Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.

Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar. Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.
Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.
Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu' telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.
Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain:
Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu'. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda Rasulullah:
(( إذا استيقظ أحدكم من نوميه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها ثلاثا ))
Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.

Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas. Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari'atkannya wudhu' di dalam Islam.

Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah
Muhammad Kamil Abd Al-Shomad
Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, "Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)". Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, "Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu'- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).
Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung ...
( Indahnya Hidup bersama Islam, Fb )

Sabtu, 23 Januari 2010

Ombak Besar dan Ombak Kecil

Alkisah, di tengah samudra yang maha luas, tampaklah ombak besar
sedang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak
bersuka ria menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan
keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.
Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang
ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tertatih-
tatih, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya, ombak
kecil hanya bisa menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar
pergi. Tetapi, di benaknya selalu muncul pertanyaan, mengapa dirinya
begitu lebih lemah dan tak berdaya?
Suatu kali, ombak kecil bermaksud mengadu kepada ombak besar. Sambil
tertaih-tatih ombak kecil berteriak: "Hai ombak besar… Tunggu…!"
Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu
sang ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar
mendekati arah datangnya suara. "Ada apa sahabat?" Jawab ombak besar
dengan suara menggelegar hebat.
"Aih…pelankan suaramu. Dengarlah, mengapa engkau bisa begitu besar?
Begitu kuat, gagah, dan perkasa? Sementara diriku… ah… begitu kecil,
lemah dan tak berdaya. Apa sesungguhnya yang membuat kita begitu
berbeda, wahai ombak besar?"

Ombak besar pun menjawab, "Sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri
kecil dan tidak berdaya, sementara kamu menganggap aku begitu hebat
dan luar biasa, anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan
belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya, hakikat dirimu
sendiri". "Jati diri? Hakikat diri? Kalau jati diriku bukan ombak
kecil, lalu aku ini apa?" Tanya ombak kecil, "Tolong jelaskan, aku
semakin bingung dan tidak mengerti."

Ombak besar meneruskan, "Memang di antara kita terasa berbeda tetapi
sebenarnya jati diri kita adalah sama, kamu bukan ombak kecil, aku
pun juga bukan ombak besar. Ombak besar dan ombak kecil adalah sifat
kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah
air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak
akan menderita lagi, kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa
menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat gagah dan perkasa."

Mendengar kata-kata bijak sang ombak besar, mendadak timbul
kesadaran dalam diri ombak kecil. "Ya, benar, aku bukan ombak kecil.
Jati diriku adalah air, tidak perlu aku berkecil hati dan
menderita."

Dan, sejak saat itu, si ombak kecil pun menyadari dan menemukan
potensi dirinya yang maha dasyat. Dengan ketekunan dan keuletannya,
ia berhasil menemukan cara-cara untuk menjadikan dirinya semakin
besar, kuat, dan perkasa, sebagaimana sahabatnya yang dulu
dianggapnya besar. Akhirnya, mereka hidup bersama dalam keharmonisan
alam. Ada kalanya yang satu lebih besar dan yang lain kecil. Kadang
yang satu lebih kuat dan yang lain lemah.
Begitulah, mereka menikmati siklus kehidupan dengan penuh hikmat dan
kesadaran.
Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat
situasi sulit yang kita hadapi, yang sesungguhnya itu hanyalah
pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Sering kali
kita memvonis keadaan itu sebagai suratan takdir, lalu muncullah
mitos-mitos: aku tidak beruntung, nasibku jelek, aku orang gagal,
dan lebih parah lagi menganggap kondisi tersebut sebagai
bentuk "ketidakadilan" Tuhan.

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak
ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang
lain. Karena sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan
bukan monopoli orang-orang tertentu, jika orang lain bisa , kita pun
juga bisa! Kesadaran tentang jati diri bila telah mampu kita
temukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan
semangat hidup yang penuh gairah sedahsyat ombak besar di samudra
nan luas. Siap menghadapi setiap tantangan dengan mental yang
optimis aktif, dan siap mengembangkan potensi terbaik demi menapaki
puncak tangga kesuksesan.

"Jati diri kita adalah sama-sama manusia! Tidak ada alasan untuk
merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Jika orang
lain bisa, kita pun bisa !"
(sumber : Indahnya Hidup bersama Islam )

Sabtu, 09 Januari 2010

7 Cara Pacaran Islami ala Khadijah-Muhammad

Seperti telah kita ketahui bersama, makna asli “pacaran” adalah
“persiapan nikah”. (Lihat “Definisi & Bentuk Nyata Pacaran
Islami“.) Dengan definisi tersebut, di bawah ini hendak aku paparkan
pengamatanku mengenai bagaimana berlangsungnya proses yang menjadikan
Khadijah-Muhammad siap menikah:

1. TA’ARUF PASIF: Khadijah mulai “naksir” Muhammad lantaran mendengar kabar mengenai kemuliaan akhlak beliau.
itu, masyarakat Makkah sedang ramai membicarakan Muhammad bin Abdullah,
seorang pemuda yang bisa menjaga kejujuran dan keluhuran hati,
sementara para pemuda pada umumnya suka berfoya-foya. Khadijah naksir
itu bukan lantaran ketampanan atau pun kekayaannya. Malah, saat itu
Muhammad saw. merupakan pemuda yang miskin.

2. TA’ARUF AKTIF: Khadijah menyaksikan sendiri kemuliaan akhlak Muhammad melalui perbincangan dalam tatap muka langsung.
Pada mulanya, ketertarikan Khadijah kepada Muhammad bukanlah dalam rangka kepentingan asmara, melainkan bisnis. Kita tahu, Khadijah ialah seorang pengusaha kaya. Lantas, Khadijah pun memanggil Muhammad dan mengajaknya berbincang-bincang mengenai perdagangan. Dengan perbincangan seperti
ini, Khadijah bisa mulai mengecek apakah benar bahwa Muhammad berakhlaq mulia.

3. TANAZHUR (TA’ARUF INTERAKTIF): Khadijah dan Muhammad menjalin kerja sama pengembangan karir. Melalui
perbincangan tersebut tadi, Khadijah menganggap bahwa Muhammad adalah
sosok yang ia butuhkan untuk berdagang ke negeri Syam. Muhammad pun
menerima tugas itu dengan senang hati. Dengan interaksi seperti ini,
Khadijah dapat me-recheck atau melakukan pengujian terhadap Muhammad
sebelum benar-benar yakin bahwa Muhammad memang berakhlak mulia.


4. TANAZHUR LANGSUNG: Khadijah mengalami sendiri indahnya menjalin kebersamaan dengan Muhammad yang berakhlak mulia.

Sepulangnya
Muhammad saw. dari negeri Syam, Khadijah menerima laporan langsung dari
beliau mengenai penunaian tugas berdagang tersebut tadi. Khadijah
sangat gembira dan terlihat antusias sekali menyimak laporan tersebut.
Secara demikian, tumbuhlah rasa cintanya kepada beliau. Dari hari ke
hari, cintanya semakin mendalam.

5. TANAZHUR BERJARING: Khadijah memanfaatkan jaringan (network)-nya untuk memperlancar interaksinya dengan Muhammad.

Maisarah
ialah orang kepercayaan Khadijah yang menyertai Muhammad berdagang ke
Syam. Ia pun menceritakan pengalaman-pengalaman yang ditemuinya selama
perjalanan. Laporan-laporannya mengenai kemuliaan Muhammad menjadikan
Khadijah semakin berhasrat untuk menjadi istri beliau.

6. TANAZHUR BERMEDIA: Khadijah mengerahkan “agen cinta” untuk memperlancar hubungannya dengan Muhammad.

Dalam
tradisi Arab ketika itu, bila seorang perempuan kaya mendatangi seorang
pemuda untuk meminta menikahinya, maka itu dipandang memalukan. Untuk
menyiasatinya, Khadijah pun mengutus Nafisah, seorang kepercayaannya
lainnya, untuk membujuk Muhammad supaya mau melamar dirinya.

7. KHITBAH: Muhammad melamar Khadijah untuk menjadi istri beliau.

Di
depan keluarga Khadijah, Muhammad saw. melamarnya. Maharnya 20 ekor
unta. Lamaran pun diterima. Pernikahan itu sendiri dilaksanakan pada
waktu 2 bulan 15 hari setelah Muhammad datang dari Syam. Usia Muhammad
saat itu 25 tahun, sedangkan Khadijah 40 tahun.

Wallaahu a’lam.

Selasa, 05 Januari 2010

Kesturi Voice DKM AT-TARBIYYAH

Assalamu'alaikum...wr. wb..
salam sejahtera untuk Q-ta semua. Alhamdulillah seiring berjalannya kegiatan dakwah DKM khususnya dilingkungan SMAN 1 Batujajar, akhirnya DKM berusaha mengemban dakwah tak hanya dengan langkah dan ucap, namun dengan nada yang berisikan dakwah. Maka dari itu tak lama setelah terbentuknya DKM, team nasyid pun kami bentuk sebagai upaya dakwah tadi dan Subhanallah... banyak ilmu dan pengalaman yang telah didapat. kegiatan yang akan datang team Kasturi Voice akan mengisi acara ulang tahun KBB ( Kabupaten Bandung Barat) yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 6 januari tepatnya di gedung PUSDIKTER Cimahi.
wuuuaaaahhh...keren juga ya team nasyid kesturi voice....
Moga lantunan dakwahnya dapat menggugah Q-ta semua. terutama untuk Bapak Bupati... he... moga tersentuh hatinya untuk terus berjuang mengemban amanah rakyat tu...hihihi...

Minggu, 03 Januari 2010

Sapaku Pada mu..........CINTA..!!!!

" Hai cinta..lama kau tak menyapaku,untuk itu ku sempatkan sedikit waktuku untuk menyapamu.
Kufikir kau melupakanku,sudah bosankah bemain-main denganku?? Kulihat kau masih bergumul dengan para pemujamu.
sudah sejauh mana cinta? Masihkah kau sibuk menjelajah dari hati ke hati,ma'af cinta..jangan tersinggung,sudah banyakkah orang yang tersesat karenamu?? Ya,aku tahu itu bukan salahmu,salah mereka yg terlalu memujamu.
Dan adakah yang mengatakan,kau adalah sumber pencerahan bagi kehidupan sebagian banyak orang??
Cinta.. aku tak merasa heran,panjangnya rentangan zaman,belum mampu mengubah jati dirimu,apalagi memudarkan pesonamu. Kau masih bertahta di singgasanamu cinta,dan dibawahmu makin banyak saja budak-budakmu. Yang aku herankan,mengapa dari sekian banyaknya pemujamu,masih belum ada yang bernar-benar tahu,siapa dirimu dan sepeerti apa wujud aslimu. Mereka hanya bisa mengira-ngira dan merasa-rasa,tergantung dalam keadaan apa kau mendatangi mereka.
Coba kau katakan padaku,adakah definisi yang benar-benar mendefinisikanmu??
Apa kau bangga dengan kenyataan itu cinta??
Apa kau lebih senang menjadi Sang Misteri Agung yang selalu diburu dan dipuja-puja?? Kau tidak hendak merebut hamba-hamba TUHAN kaan??
Oh cinta.. ma'afkan aku jika terlalu berlebihan,kau juga pasti menyadari kaupun milik TUHAN,kau setuju cinta??
Cinta.. sudahkah kau hitung,berapa banyak orang yang mengakhiri hidupnya karenamu?? memang itu konyol cinta,tapi kau tahu itu kenyataan. Dan berapa banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk mengabdi di kakimu?? Berapa banyak orang yang memenuhi rumah sakit jiwa karena kehilanganmu?? Dan terakhir,berapa banyak orang yang menemukan TUHANnya atas perantaramu??
Tak perlu kau jawab cinta.. aku sudah mengetahui kalkulasinya dari sekelilingku.
Ya..kau tahu kan,kau begitu tenar!! Tak sulit mencari informasi tentangmu,begitu kan cinta??
Buktinya,sudah jutaan lagu yang tercipta untukmu cinta berkisah tentangmu,dari yang paling memilukan sampai yang paling membahagiakan.
Lalu.. ribuan film yang bertemakan dirimu,puisi-puisi..syair-syair.. kau tahu cinta?? kau adalah sumber inspirasi bagi para pujangga,penyair bahkan mungkin para seniman.
kenyataan ini membuatmu merasa terbang?? hm...
"Cinta..benarkah yang ku dengar dari para pengagummu?? Mereka mengatakan,bayi-bayi suci yang terlahir adalah karena jasamu, katanya,kau yang berandil besar menyatukan pasangan-pasangan hati hingga terlahirlah para anak manusia yang juga akhirnya mrencarimu. Apa benar cinta??
Cinta..untuk hal ini,kuharap kau tak besar kepala ya.. semoga kita satu pemahaman, Tuhan yang menciptakan dan menghendaki terciptanya kau dan kami,para makhluk.
Mungkin kau hanya perantara,yach..??? kalau seperti itu,akupun setuju!!
"Cinta..kini hanya tentang kita,ini pribadi cinta,kutanya.. Benarkah kau melupakanku??
Sungguh aku tak akan percaya,dulu kau begitu asyik menerbangkan dan menghempaskanku sesukamu.
Mm..apa aku tak menarik lagi sebagai mainanmu?? andai seperti itu..syukurlah!! kau kan tahu cinta,aku sering merana karenamu ahaha..
Tapi cinta,kau juga tahu kan,hatiku hampa tanpamu,aku serius..
Sejujurnya,untuk sa'at ini aku sangat menikmati jauh darimu,dari virus-virusmu tepanya.
Bersyukur aku belum terkontaminasi lagi keganasan virusmu yang sekarang makin mewabah.
Tapi cinta aku mengakui,aku memBUTUHkanmu yang datangnya dari RABBku. Kau bersedia berkompromi denganku?? Aku mengharapkan kau datang dengan segala keindahan dariNYA,kau bersedia???
Ayolah cinta.. pertemukan aku dengan RABBku,serta kekasih-kekasihNYA.
Setelah itu aku akan sangat berterima kasih padamu,dan aku berjanji tak akan memandangmu selalu dari sisi kekecewaanku,kau mau kan cinta??
Hhh.. Cinta,ma'af..jika sapaanku melebarkan sayap-saayapnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatmu gusar,tapi itu salahmu yang selalu penuh misteri.
ma'af pula jika aku terkesan menggugatmu. Begini...
Mungkin ini hanya luapan rasa snewenku yang belum juga mengerti keluasanmu dan kedalamanmu,karena kau terlalu rumit cinta.. lebih rumit dari rumus-rumus yang pernah tercipta.
Untuk itu aku berharap,kau yang bersedia memahamiku,aku membutuhkanmu tapi tidak untuk kupuja.
Aku hanya ingin kau tetap ada dihatiku agar aku merasa memiliki hati,mau ya cinta..??
Untuk kesempatan ini,hanya ini saja yang ingin ku utarakan padamu,suatu sa'at nanti jika kau memenuhi keinginanku tadi,aku akan menjemputmu dan memelukmu cinta,sebagai rasa terimakasihku.
Hmm..cinta,cinta..

Sabtu, 02 Januari 2010

Air Mata Rasulullah SAW

sepertinya nggak akan pernah bosan-bosan kalau
membaca yg satu ini...
untuk mengingatkan kita...

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang
berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah
tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata
Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku,
orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu
hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan
sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul
maut," kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut
datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut
bersama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah
bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia
ini. "Jibril,
jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya
Rasululllah dengan suara
yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka,
para malaikat telah
menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata
Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih
penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya
Jibril lagi. "Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan
khawatir, wahai Rasul
Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
kepadaku: 'Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada
di dalamnya," kata
Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan
tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit
sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali
yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang
sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar
kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat
nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada
umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak
bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis-shalaati, wa
maa malakat aimaanukum
- peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu." Di
luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan,
sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali
kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii,
ummatiii!" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi
sinaran itu. Kini,
mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma
sholli 'alaa Muhammad wa
baarik wa sallim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah
kepada kita.